Menanti Senja di Batoer Hill Resort and Resto Jogja

Menanti Senja di Batoer Hill Resort and Resto Jogja
Pekan kemarin, seorang teman pesepeda mengunggah foto bertuliskan “Batoer” di grup sepeda. Aku tertarik melihat unggahan fotonya. Ada beberapa foto yang menarik perhatianku, salah satunya adalah kolam renang yang berada di ketinggian. Selama ini yang berada di tempat tinggi identik dengan embung. Aku berusaha mencari informasi tentang “Batoer” yang katanya sebuah tempat baru. Sampai akhirnya kutemukan akun di instagram. Keberuntungan berpihak padaku, nyatanya salah satu pengelola Batoer Hill Resort & Resto adalah seorang blogger, dan beliau pernah mengundangku sewaktu ada acara di Jogja. Batoer Hill Resort & Resto berada di Desa Wisata Batur, Dusun Putat, Kecamatan Pathuk, Gunungkidul. Jika diruntut, lokasinya ada di atas Kampung Emas Plumbong, atau lebih dekat lagi di Desa pengrajin Topeng, Bobung. Aku pernah bermain di sekitaran sana, bahkan sewaktu aku main ke Gunung Api Purba Nglanggeran pun pernah lewat daerah sini. Mobil yang kunaiki melintasi keramaian jalan menuju Patuk. Menjelang sore hampir di setiap tempat kepadatan kendaraan terlihat. Aku dan beberapa blogger menuju Batoer Hill Resort & Resto untuk mendatangi undangan soft launching resort tersebut. Satu jam perjalanan, akhirnya kami sampai di dekat lokasi. Dari Kampung Emas Plumbong, terlihat bangunan pendopo tinggi dan beberapa bungalow yang berada di atas. Itu adalah lokasi yang kami tuju. Tanjakan lumayan tinggi dilewati, setiap sisi jalan merupakan perkampungan warga. Mobil melewati jalan makadam, sampailah kami di Batoer Hill Resort & Resto. Area parkir di sini luas, pun sudah dibedakan untuk kendaraan roda empat maupun dua. “Selamat datang, saya Pak Win,” Sambut Pak Win sembari menyalami kami. Pak Win adalah suami dari Mbak Irma. Beliau merupakan salah satu dari enam pengelola Batoer Hill Resort & Resto di bawah naungan PT. Ciptowening. Dari informasi beliau, aku menjadi tahu jika lahan ini adalah milik desa yang dikelola bersama dengan konsep kemitraan dan sistem bagi pendapatan. Bincang santai tidak lama, aku menyusuri tiap tapak resort yang sedang dalam tahap pembangunan. Batoer Hill Resort & Resto ini sekitar 80% jadi, jika sesuai rencana bulan oktober nanti Batoer Hill Resort & Resto sudah sepenuhnya jadi. Tinggal menambahi beberapa wahana permainan. “Nantinya setiap permainan yang konsepnya merangkul jasa warga setempat. Ada outbond, dan camping ground,” Terang Pak Win sewaktu berbincang. Lahan Batoer Hill Resort & Resto ini memang luas, setiap bungalow lokasinya berdekatan. Rencananya akan ada 11 bungalow, namun sementara ini yang sudah dibangun sudah 10. Tinggal satu lagi, mungkin ke depannya ada tambahan tempat lainnya dengan konsep berbeda. Seperti yang kubilang, aku paling tertarik melihat kolam renangnya. Kolam renang yang berada di tebing ini menghadap ke selatan. Dari bukit sini hamparan luas itu menghadap ke selatan, namun di barat pun terlihat walau tertutup bukit kecil. Kita masih bisa mengabadikan sunset jika berada di sini. Kumasuki salah satu bungalow yang sudah siap. Bungalow ini menarik, dilengkapi dengan kasur, rak pakaian, AC, dan sofa. Sebuah televisi juga terpasang dengan sanggahan yang bisa diputar secara manual. Hal ini memudahkan kita yang ingin menonton televisi saat berada di dalam kamar atau saat duduk santai di sofa. Kombinasi warna krem dan putih begitu kentara di bungalow. Nama-nama bungalow diambil dari bunga. Oya aku sampai lupa, bungalow ini dibangun dari susunan papan-papan berkualitas, jadi bukan tembok seperti villa di tempat lain. setiap bungalow dilengkapi juga dengan kamar mandi yang mumpuni fasilitasnya. Sementara ini memang belum banyak isi di setiap bungalow. Hal ini karena pembangunan masih berjalan. Nantinya bungalow ini akan dibagi menjadi dua tipe. Sepuluh bungalow tipenya akan disamakan, sementara dua lainnya akan VIP. Perbedaan ada pada fasilitasnya saja. Untuk keindahan pemandangan tetap sama. “Satu bungalow ini bisa diisi satu keluarga. ya, kalau mereka ada lima orang pun bisa kok,” Terang Pak Win. Jadi tertarik untuk menginap di sini jika sudah jadi. Sepertinya tempat ini akan aku rekomendasikan pada teman kantor jika ada acara di luar kantor dan butuh menginap dalam waktu beberapa hari. Setiap resort pasti berusaha memberi suguhan pemandangan yang indah dan sejuk. Beruntung Batoer Hill Resort & Resto berada di perbukitan, dengan latar depan adalah petakan sawah diseliling pohon kepala. Pemandangan hijau terbentang luas, jauh dari keramaian dan keriuhan kota. Aku pernah menginap di Nglanggeran, desa wisata yang hanya berjarak 1km dari sini. Sewaktu malam, suasananya tenang. Aku bisa membayangkan kalau di sini jauh lebih tenang. Karena resort ini lokasinya paling tinggi di bukit Batur. Jika cerah, kita bisa mengabadikan Milky Way. Pun dengan pagi, hamparan sawah luas di bawah membetuk kabut tipis laksana kapas. Barisan bungalow berada di bagian barat, aku kembali menuju dekat kolam renang di bagian timur bungalow. Kutuju resto terbuka yang berada di atas, pun dengan sebuah resto yang di depannya tertata rapi beberapa menja dan kursi. Di sini aku berasa sedang di atas tebing tinggi. Kursi-kursi kayu masih baru tertata, kuambil satu cangkir minuman hangat ditambah singkong goreng. Di sini aku bisa menikmati camilan menjelang sore ditemani sepoi angin dan pemandangan hijau. “Selalu ada cara untuk menikmati secangkir kopi dan singkong goreng,” Batinku. Kulihat teman-teman lain malah asyik memotret jembatan panjang yang sudah ada pagarnya. Jembatan ini menurutku lebih indah saat diabadikan kala senja. Aku akan mengabadikannya nanti. Kala sang Baskara ingin terlelap di ujung cakrawala. Selain resto yang terbuka, pendopo yang kami gunakan bincang santai tadi juga terbuka. Pendopo itu cukup luas, dan bisa digunakan untuk berdiskusi atau sekedar ngobrol santai. “Desa ini kan identik dengan kerajinan topeng. Kami mempunyai komitmen akan membangunkan sebuah etalase khusus untuk memajang topeng-topeng karya warga setempat. Mereka sendiri yang akan menjadwal tiap harinya untuk pergantian karya yang dipajang.” “Begitupun dengan tarian penyambutan tamu dan lainnya. Semua akan dikoordinator warga sekitar,” Tambah Pak Win. Pak Win benar-benar memperhatikan kehidupan warga setempat. Sementara ini seluruh pegawai pun diambil dari warga, sehingga warga di sini tidak hanya menonton saja. Mereka ikut berperan dalam kegiatan di Batoer Hill Resort & Resto. Waktu berlalu cepat, mentari mulai merangkak turun di ufuk arat. Aku segera mengambil kamera dari atas meja, rona jingga sedikit tampak. Barisan bukit di barat memang cukup tinggi, tapi tidak menghalangi keindahan sunset. Aku dan teman lain berlomba-lomba mengabadikan senja. Cahaya jingga menyebar di ujung barat, berbaur menjadi satu dengan asap sampah yang dibakar warga. Hari memang cerah, sehingga aku bisa menyaksikan keindahan kala senja dari Batoer Hill Resort & Resto. Mentari di ufuk barat mulai tenggelam, menyisakan gelap malam. Sementara di ujung lainnya, rembulan menampakkan diri. Terang, namun tidak sepenuhnya membuat alam yang gelap menjadi benderang. Di bawah sana, sedikit gemerlap lampu menandakan jika rumah-rumah warga masih belum padat. Berbeda dengan pemandangan kota saat kita memandanginya dari perbukitan tinggi. Semburat rona jingga makin kentara, teman-teman asyik berdiri di jembatan yang baru jadi. Aku menuntaskan misiku, mengabadikan mereka yang asyik bercanda di atas. Menikmati suasana tenang dan hawa sejuk. Ya, di sini hawa lebih sejuk. Jika kalian menginap di sini, jangan sampai lupa membawa jaket. Aku kembali menuju tempat salat, menunaikan salat magrib bersama teman sebelum makan malam. Menu makan malam di sini adalah Ingkung. Batoer Hill Resort & Resto memasok segala bahan baku untuk restoran dari desa melalui Bumdes. Ini artinya, hampir semua aspek di sini desa setempat ikut berperan. Nasi uduk, suwiran ingkung, gudangan, ikan gimbal, tempe goreng, dan lainnya tersaji dalam satu wadah kecil yang dilapisi daun pisang. Aku mengambil satu porsi, lalu mengambil tambahan lauk di meja lainnya yang sudah disediakan. Ingkung di sini berbeda dengan Ingkung di Pajangan, Bantul. Di sini Ingkungnya lebih kering. Makan malam adalah penanda waktunya berpisah. Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui tentang Batoer Hill Resort & Resto. Untuk menginap nantinya harga dimulai dari Rp.500.000 ke atas. Di sini akan ada beberapa spot menarik yang bisa dikunjungi, bahkan kalau nanti sudah jadi, kalian yang ingin foto Pre Wedding juga tersedia tempatnya. Bagi kalian yang datang pagi atau hanya siang hari, kalian nantinya bisa masuk dengan membayar voucher sebagai pengganti tiket. Voucher tersebut nominalnya Rp.25.000, sehingga di dalam bisa ditukarkan untuk berenang atau makan di resto dengan menambahi lagi sebanyak harga pesanan. Aku tidak sabar menunggu resort ini jadi, ingin rasanya menginap di sini bersama teman sejawat atau bersama keluarga. Batoer Hill Resort & Resto Yogyakarta Alamat: Desa Wisata Batur, Dusun Putat, Kecamatan Pathuk, Gunungkidul Website: Batoer Hill Resort & Resto Harga: Rp.500.000 – Rp.800.000/malam Sosial Media: @batoerhillresort (Instagram) Narahubung: 081225443716