Topeng Kayu Batik: Kekhasan Desa Wisata Bobung di Desa Putat

Topeng Kayu Batik: Kekhasan Desa Wisata Bobung di Desa Putat
Bila ingin menyebut salah satu sentra kerajinan kayu yang punya produk andalan yang sudah diekspor sampai ke Taiwan, maka kita tidak bisa menepikan Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, dari perbincangan. Kerajinan berbasis kayu di Dusun Batur terus dikembangkan supaya bisa menjadi produk andalan di daerah tersebut. Desa Putat Identik dengan Pengrajin Kayu Menurut catatan, ada 60 kepala keluarga yang tinggal di Dusun Batur, dan hampir 80% di antara mereka adalah pengrajin kayu. Jenis kerajinan kayu yang laku di pasaran ekspor meliputi nampan, gantungan kunci, wayang, serta topeng lebih diminati wisatawan mancanegara. Konon kabarnya para wisatawan mancanegara lebih suka dengan topeng batik, yang sebetulnya lebih memiliki ciri khas Indonesia. Di desa Putat juga ada sebuah desa wisata yang disebut Bobung. Di desa ini jamak ditemui pemandangan di mana para wanitanya sibuk dengan pekerjaan mengamplas, menghaluskan ukiran, membatik, serta merendam topeng kayu. Karena itulah tidak akan sulit bagi wisatawan untuk menemukan rumah di Desa Putat yang menyimpan puluhan kardus berisi topeng dengan berbagai jenis ukiran kayu yang ditorehkan di atasnya. Desa Wisata Bobung terletak sekitar 30km di timur kota Yogyakarta, dan berada 10km di sebelah barat kota Wonosari. Sudah cukup lama daerah ini dikenal sebagai pusat kerajinan batik kayu di provinsi DIY. Sebelumnya kebanyakan warga Bobung memiliki mata pencaharian sebagai petani. Topeng kayu ini juga sudah mendunia dan dikenal di mancanegara lho… artikel selengkapnya bisa di baca di sini:   http://pesonajogja.net/2017/05/21/topeng-kayu-batik-kekhasan-desa-wisata-bobung-di-desa-putat/