Menikmati Negeri Selaksa Awan di Desa Batur

Menikmati Negeri Selaksa Awan di Desa Batur
    Suatu hari kamu mungkin membuka akun Instagram milikmu, dan di depan mata kamu melihat sebuah postingan lokasi wisata di bukit. Foto tersebut menampilkan seseorang yang berdiri gagah di pinggir bukit di pagi hari ketika matahari baru saja muncul. Di bawah bukit terbentang barisan selaksa awan yang terlihat indah ketika sinar matahari menyorot sela-selanya. Pemandangan serupa sebetulnya bisa dinikmati juga di Desa Batur, sebuah kawasan wisata yang terletak di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.   Ilustrasi negeri di atas awan (Sumber: Tribunnews.com)   Desa Batur, Negeri di atas Awan   Kebanyakan orang menyebut Desa Wisata Batur sebagai negeri di atas awan. Mungkin memang belum banyak orang yang mengenal desa wisata tersebut, namun sudah sejak lama desa Batur dikenal sebagai salah satu destinasi wisata menarik, di mana semua orang bisa menikmati lebih banyak suguhan tradisi dan kebudayaan khas Jogja di sana.   Gunung Nglanggeran, dekat Desa Batur (sumber: Kabarhandayani.com)     Awan yang berkumpul ketika matahari menampakkan rupanya di pagi hari hanyalah salah satu pemandangan yang bisa dinikmati di Desa Batur. Kenikmatan lain yang bisa diperoleh di sana umumnya berasal dari dua hal: air terjun Banyunibo dan kerajinan topeng kayu.  
  • Kerajinan topeng kayu
Desa Batur yang mengambil lokasi di Desa Putat memang sudah sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil topeng kayu dengan motif batik. Desa Batur yang dulunya dikenal sebagai daerah berbukit serta didominasi oleh sawah tadah hujan, kini dikenal sebagai sentra kerajinan topeng kayu. Topeng kayu menjadi souvenir utama yang dijual oleh penduduk desa tersebut, selain karya-karya lain berupa kerajinan rumah tangga, wayang golek, dan lain sebagainya. Yang menarik, perkembangan industri kerajinan topeng membuat 90 persen penduduk desa beralih profesi menjadi pengrajin topeng kayu. Banyak produk topeng kayu bikinan penduduk Desa Batur yang kini diekspor ke luar negeri.
  • Air Terjun Banyunibo
Situs wahana air satu ini dikenal sebagai salah satu objek wisata istimewa di Desa Batur. Di kawasan air terjun Banyunibo orang bisa melihat hamparan persawahan, di mana spot air terjun nyempil di tengah-tengah pemandangan padi yang menghijau. Ada banyak batu-batu besar yang bermukim di lokasi jatuhnya air terjun Banyunibo, yang menurut warga sekitar berasal dari tebing yang runtuh ketika gempa besar melanda Jogja pada tahun 2006. Meski menarik sebagai lokasi wisata, namun kita belum melihat negeri awan yang ditawarkan oleh Desa Batur. Sensasi macam apa yang bisa diperoleh orang-orang yang mengunjungi desa tersebut?   Batur Hill, Sensasi Menikmati Awan ketika Matahari Nongol   Batur Hill (sumber: Gcdfm.com)   Hampir bisa dipastikan bahwa tidak ada orang yang tidak menyukai pemandangan di pagi hari ketika matahari mulai terbit dari timur. Persis pemandangan semacam inilah yang kemudian ditawarkan juga oleh Desa Batur.   Pemandangan selaksa awan pagi hari di Desa Batur sebetulnya tidak jauh berbeda dengan apa yang bisa Anda dapatkan ketika berkunjung ke Gunung Batur yang terletak di Pulau Bali, maupun ketika Anda berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Sinar matahari yang baru muncul kemudian ikut memberi rona romantis ke atas barisan awan yang terlihat dari atas bukit tempat kita berdiri.   Namun sebetulnya yang kita lihat di atas Desa Batur adalah kumpulan kabut yang menyeruak, hadir secara bersamaan, dan terlihat seperti barisan awan tebal yang siap ditiduri. Dan harus diakui pula, tampaknya enak bila kita bisa tidur di atas awan yang disajikan oleh Desa Batur setiap paginya.   Batur Hill, demikian pengelola kawasan Desa batur menyebutnya. Di sanalah orang bisa menikmati pemandangan cantiknya barisan awan pagi hari yang sungguh membuat rileks siapapun yang datang kesana. Konon katanya Batur Hill baru akan dibuka pada awal Juli 2017, dan disana nantinya akan terlihat sebuah pendopo yang membuat siapa pun yang berada di sana merasa seperti sedang mengunjungi negeri atas awan. Puncak Batur Hill berada di ketinggian kurang lebih 500 meter. Sejauh mata memandang, yang bisa dinikmati dari sana adalah batas bibir Pantai Selatan, dan tentunya rombongan awan dan kabut.   Hanya saja yang masih menjadi masalah adalah akses jalan ke Batur Hill, yang menurut kabar sudah beraspal, namun masih belum layak untuk dilalui kendaraan. Dari Batur Hill, wisatawan bisa langsung menuju kawasan pantai selatan Jawa yang berada tepat di bawah kaki bukit Batur Hill.   Akses Menuju ke Desa Batur   Bila ingin menuju Desa Putat, lokasi di mana Dusun Batur berada, pengunjung tinggal mengarahkan kendaraannya dari kota Jogja menuju Jalan Wonosari, sampai ke wilayah Patuk Gunungkidul.   Karena itulah akses menuju ke Desa Batur relatif mudah, dan bisa diakses langsung dari pinggir Jalan Wonosari. Anda yang berminat kesana perlu menelusuri jalan sejauh 1.5 km dari pinggir Jalan Wonosari ke Desa Putat.